Medanbisnisdaily.com – Medan. Semakin banyaknya wanita yang memperdulikan kecantikan dan mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan kulitnya, membuat bisnis kosmetik berkembang dengan pesat. Tidak tanggung-tanggung, meski berlabel dalam negeri, produk-produk kosmetik ini mampu bersaing dengan gempuran produk luar negeri. Ini juga yang membuat Curaskin masuk ke Medan.

“Sekarang wanita memang sudah semakin peduli dengan kecantikan kulitnya. Bahkan yang usia muda pun sudah semakin peduli. Ini yang membuat produk-produk kosmetik laris di pasaran,” kata Founder Curaskin, dr Elia Gunawan, di Medan, Minggu (20/10/2019).

Elia mengatakan, produk kecantikan yang diciptakannya diharapkan bisa diterima pasar Medan dengan menyasar konsumen usia 18-50 tahun. Medan merupakan kota ketiga untuk ekspansi Curaskin. Sebelumnya sudah ada di Surabaya dan Jakarta. Setelah ini akan ke Solo, Bekasi dan Tangerang.

Meski diproduksi di Indonesia, hampir 90% bahan baku di impor dari Amerika Serikat (AS). Produk ini mengandung 8 komponen yakni, persentase Pori pori (RGB Pore), bintik hitam (RGB Spot), kerutan (RGB Wrinkle), sel kulit mati (RGB Roughness), kelenjar minyak (UV porphryn), warna kulit (UV pigmentasi), kelembaban kulit (UV moisture) dan keurakan kulit akibat UV (UV damage).

Menurutnya, masalah kulit yang sering terjadi di wilayah dengan iklim tropis seperti Indonesia ini adalah pigmen. Di mana perempuan ingin memiliki kulit lebih cerah apalagi dengan matahari yang terik sehingga kulit gampang gelap.

“Whitening dan pigmentasi itu isu nomor satu karenanya konsumen harus menggunakan produk dengan akndungan, tabir surya yang dioles tiap tiga jam. Jika ingin cerah dan pigmentasi memudar tentu harus menggunakan produk yang menghambat timbulnya pigmentasi itu kembali,” katanya.

Dia berharap, produk kecantikan ini dapat di terima konsumen di Indonesia dan ke depan akan merambah pasar internasional.