TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Potensi pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia mendorong semakin banyak pelaku usaha yang mengambil peluang atas prospek tersebut.

Founder Curaskin, dr. Elia Gunawan mengatakan Curaskin lahir dari rasa frustasi mencari produk bebas di pasaran yang pasti cocok.

Dengan menggunakan teknologi smart skin analysis system, Curaskin memastikan setiap produk yang diterima customer adalah produk yang tepat dan pasti cocok, karena smart skin analysis system dapat menilai delapan komponen kulit dan usia kulit setiap orang secara personalized.

Diakuinya, smart skin analysis system menilai persentase pori pori, bintik hitam, kerutan, sel kulit mati, kelenjar minyak, warna kulit, kelembaban kulit dan keurakan kulit akibat UV.

“Kebanyakan komplen konsumen di Indonesia adalah pigmen, ingin lebih cerah karena matahari terik jadi gampang gelap, kulit kita di Indonesia. Whitening dan pigmentasi itu isu nomor satu, maka bila ingin cerah dan pigmentasi memudar tentu saja kita harus mengunakan produk yang menghambat timbulnya pigmentasi itu kembali,” ujar dr. Elia di sela-sela Grand Opening Outlet Curaskin Parkson Center Point Medan, Minggu (20/10/2019).

Ia mengatakan pihaknya membidik pangsa pasar usia mulai dari 18 tahun hingga 50 tahun, baik untuk perempuan maupun laki-laki.

“Usia diatas 20 tahun maka pengelupasan kulit itu melambat satu tahun satu hari, jadi kalau usia kita sudah 30 tahun, maka 10 tahun itu jadi tambah melambat 10 hari, jadi otomatis kulitnya akan kelihatan kusam, karena kebanyakan penumpukan sel kulit mati. Sehingga harus mengunakan segala sesuatu yang bersifat seperti AHA dan BHA, disini kami mempunyai retinoid komplek,” ucapnya.

dr. Elia menjelaskan retinoid ini bisa masuk ke lapisan kulit yang kedua dan merangsang timbulnya kolagen jadi bukan hanya sel kulit matinya saja yang dibuang sehingga berkilau tapi juga kolagennya dibentuk ulang jadi kulit akan kenyal dan glowing serta kerut-kerut halus memudar dalam enam bulan.

“Produk Curaskin ini asli Indonesia, tapi untuk bahan baku kami import dari Eropa. Kota Medan ini outlet Curaskin ketiga, sebelumnya sudah ada di Surabaya dan Jakarta. Setelah Kota Medan, kami akan ke Solo, Bekasi dan Tanggerang,” katanya.

Ia menyakini Curaskin dapat bersaing dengan produk kecantikan lainnya. Curaskin juga memastikan bahwa selain pasti cocok, produk tersebut akan memberikan hasil dalam 15 hari.

Karena itu dalam acara kami kali ini, kami mengangkat tema #kalococokbarubayar dan #resultin15days. Kami optimis, tidak ada satu produk kecantikan yang mengklaim seperti ini,” ucap dr. Elia.

Ia mengaku, produk kecantikan ini memiliki harga cukup terjangkau dengan mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 180 ribuan. “Harga terjangkau, mulai dari sabun Rp 40 ribuan, serum Rp 100 ribuan, dan cream itu hanya Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu,” katanya.

“Kita juga ada produk yang menumbuhkan jambang, melebatkan alis, kumis, rambut. Jenis produk kita saat ini totalnya ada 17 produk tapi kami akan melauching produk premium yang lebih banyak lagi, yang mengandung lactobacillus yang hidup. Jadi skincare yang didalamnya akan ada probiotik bakteri yang hidup,” ungkapnya.

Hingga akhir Oktober, Curaskin memberi promo diskon hingga 15 persen.

“Curaskin itu Cura yang diambil dari Bahasa Latin artinya sembuh, skin itu kulit jadi Curaskin buka sekedar merawat tapi jadi solusi untuk setiap masalah kulit,” katanya.

(nat/tribun-medan.com)